Etiket & kepribadian
Etiket adalah suatu sikap seperti sopan santun atau aturan
lainnya yang mengatur hubungan antara kelompok manusia yang beradab
dalam pergaulan. Etiket berasal dari kata bahasa Prancis "etiquette".
Di era komunikasi modern seperti sekarang yang serba digital, sebuah organisasi dituntut memiliki citra yang tepat di mata publik. Komunikasi online yang kini dilakukan oleh para profesional public relations melalui media sosial turut memberikan efek tersendiri bagi organisasi. Karena itu, setiap organisasi memanfaatkan kehadiran public relations guna membangun citra yang tepat namun dengan menghalalkan berbagai cara dan terkadang mengesampingkan aspek etika.
Namun perlu dipahami pula bahwa jika para praktisi public relations berperilaku secara profesional maka organisasi pun akan bertindak sesuai etika dan dengan sendirinya dapat mengurangi resiko organisasi berhadapan dengan permasalahan hukum. Karena itu, praktisi public relations harus memahami permasalahan hukum apa yang akan dihadapi nantinya ketika sedang membangun citra positif bagi organisasi dan bagaimana mereka bertindak secara etika dalam rangka mencapai tujuan public relations.
Menurut James E. Grunig, para profesional public relations seringkali dihadapkan pada upaya untuk menanggulangi berbagai permasalahan etika sebagai individu yang membuat keputusan tentang kehidupan profesional mereka. Para profesional public relations juga harus memberikan pelayanan sebagai konsultan untuk membantu sebuah organisasi agar memiliki cara-cara yang etis, bertanggung jawab, dan keberlanjutan. Dengan demikian, etika public relations menekankan pada implikasi-implikasi etis dari berbagai strategi dan taktik yang diterapkan untuk mengatasi masalah yang dihadapi public relations dan komunikasi dari sebuah organisasi.
Kepribadian adalah keseluruhan cara seorang individu bereaksi dan berinteraksi dengan individu lain
Bidang public relations adalah suatu bidang yang sangat luas yangmenyangkut hubungan dengan berbagai pihak. Public relations tidak samadengan sekadar ralitons, meskipun personal relations mempunyai perananyang sangat besar dalam kampanye public relations.Public relations juga bukan sekedar menjual senyum, propaganda dengantujuan memperoleh kemenangan sendiri, atau mendekati pers dengantujuan untuk memperoleh suatu pemberitaan. Lebih dari itu, public relationsmengandalkan strategi, yakni agar perusahaan disukai dan dipercayai olehpihak-pihak yang berhubungan.Pihak-pihak yang berhubungan dengan perusahaan ini dalam public relationsdisebutkan stakeholders atau mereka yang mempertaruhkan hidupnya padadan untuk perusahaan. Mereka juga disebut target public dan terdiri ataspemegang saham, manajemen, karyawan, konsumen, pers, akademisi, dan sebagainya. Mereka semua dapat membentuk opini di dalam masyarakatdan dapat mengangkat atau menjatuhkan citra perusahaan.
Di era komunikasi modern seperti sekarang yang serba digital, sebuah organisasi dituntut memiliki citra yang tepat di mata publik. Komunikasi online yang kini dilakukan oleh para profesional public relations melalui media sosial turut memberikan efek tersendiri bagi organisasi. Karena itu, setiap organisasi memanfaatkan kehadiran public relations guna membangun citra yang tepat namun dengan menghalalkan berbagai cara dan terkadang mengesampingkan aspek etika.
Namun perlu dipahami pula bahwa jika para praktisi public relations berperilaku secara profesional maka organisasi pun akan bertindak sesuai etika dan dengan sendirinya dapat mengurangi resiko organisasi berhadapan dengan permasalahan hukum. Karena itu, praktisi public relations harus memahami permasalahan hukum apa yang akan dihadapi nantinya ketika sedang membangun citra positif bagi organisasi dan bagaimana mereka bertindak secara etika dalam rangka mencapai tujuan public relations.
Menurut James E. Grunig, para profesional public relations seringkali dihadapkan pada upaya untuk menanggulangi berbagai permasalahan etika sebagai individu yang membuat keputusan tentang kehidupan profesional mereka. Para profesional public relations juga harus memberikan pelayanan sebagai konsultan untuk membantu sebuah organisasi agar memiliki cara-cara yang etis, bertanggung jawab, dan keberlanjutan. Dengan demikian, etika public relations menekankan pada implikasi-implikasi etis dari berbagai strategi dan taktik yang diterapkan untuk mengatasi masalah yang dihadapi public relations dan komunikasi dari sebuah organisasi.
Bidang public relations adalah suatu bidang yang sangat luas yangmenyangkut hubungan dengan berbagai pihak. Public relations tidak samadengan sekadar ralitons, meskipun personal relations mempunyai perananyang sangat besar dalam kampanye public relations.Public relations juga bukan sekedar menjual senyum, propaganda dengantujuan memperoleh kemenangan sendiri, atau mendekati pers dengantujuan untuk memperoleh suatu pemberitaan. Lebih dari itu, public relationsmengandalkan strategi, yakni agar perusahaan disukai dan dipercayai olehpihak-pihak yang berhubungan.Pihak-pihak yang berhubungan dengan perusahaan ini dalam public relationsdisebutkan stakeholders atau mereka yang mempertaruhkan hidupnya padadan untuk perusahaan. Mereka juga disebut target public dan terdiri ataspemegang saham, manajemen, karyawan, konsumen, pers, akademisi, dan sebagainya. Mereka semua dapat membentuk opini di dalam masyarakatdan dapat mengangkat atau menjatuhkan citra perusahaan.


Comments
Post a Comment