Opini publik
Opini publik adalah pendapat kelompok masyarakat atau sintesis dari pendapat dan diperoleh dari suatu diskusi sosial dari pihak-pihak yang memiliki kaitan kepentingan. Agregat dari sikap dan kepercayaan ini biasanya dianut oleh populasi orang dewasa
Dalam menentukan opini publik, yang dihitung bukanlah jumlah mayoritasnya (numerical majority) namun mayoritas yang efektif (effective majority).Subyek opini publik adalah masalah baru yang kontroversial di mana unsur-unsur opini publik adalah: pernyataan yang kontroversial, mengenai suatu hal yang bertentangan, dan reaksi pertama/gagasan baru.
Pendekatan prinsip terhadap kajian opini publik dapat dibagi menjadi 4 kategori:
Opini dapat dinyatakan secara aktif maupun secara pasif. Opini dapat dinyatakan secara verbal, terbuka dengan kata-kata yang dapat ditafsirkan secara jelas, ataupun melalui pilihan-pilihan kata yang sangat halus dan tidak secara langsung dapat diartikan (konotatif). Opini dapat pula dinyatakan melalui perilaku, bahasa tubuh, raut muka, simbol-simbol tertulis, pakaian yang dikenakan, dan oleh tanda-tanda lain yang tak terbilang jumlahnya, melalui referensi, nilai-nilai, pandangan, sikap, dan kesetiaan
Opini publik itu identik dengan pengertian kebebasan, keterbukaan dalam mengungkapkan ide-ide, pendapat, keinginan, keluhan, kritik yang membangun, dan kebebasan di dalam penulisan. Dengan kata lain, opini publik itu merupakan efek dari kebebasan dalam mengungkapkan ide-ide dan pendapat.
Public Relations sebagai sumber informasi harus mampu mengendalikan situasi dan memiliki agenda tersendiri untuk menggiring opini publik di masyarakat sesuai dengan yang diinginkan dengan bantuan media.Dapat dikatakan disinilah kemampuan taktis Public Relations untuk menciptakan opini publik. Tentunya dalam penggunaan media Publik Relations harus dapat memilih media-media mana yang mau bekerjasama dan sejalan dengan tujuan lembaganya.
Peran Public Relations menjadi negosiator juga dapat dilakukan ketika ingin mengaet lawannya yaitu media, praktisi Public Relations profesional tentunya seorang negosiator handal dimana ia dapat mempengaruhi, memenangkan dan memberikan keputusan bahwa informasi yang ia inginkan-lah yang harus ditampilkan di media.
Sebagai penutup, seorang paktisi Public Relations, jurnalistik dan media merupakan satu kesatuan tak terpisahkan sehinga baginya diperlukan komitmen untuk dapat menjalin bubungan baik.
Dalam menentukan opini publik, yang dihitung bukanlah jumlah mayoritasnya (numerical majority) namun mayoritas yang efektif (effective majority).Subyek opini publik adalah masalah baru yang kontroversial di mana unsur-unsur opini publik adalah: pernyataan yang kontroversial, mengenai suatu hal yang bertentangan, dan reaksi pertama/gagasan baru.
Pendekatan prinsip terhadap kajian opini publik dapat dibagi menjadi 4 kategori:
- pengukuran kuantitatif terhadap distribusi opini
- penelitian terhadap hubungan internal antara opini individu yang membentuk opini publik pada suatu permasalahan
- deskripsi tentang atau analisis terhadap peran publik dari opini publik
- kajian baik terhadap media komunikasi yang memunculkan gagasan yang menjadi dasar opini maupun terhadap penggunaan media oleh pelaku propaganda dan manipulasi.
Opini dapat dinyatakan secara aktif maupun secara pasif. Opini dapat dinyatakan secara verbal, terbuka dengan kata-kata yang dapat ditafsirkan secara jelas, ataupun melalui pilihan-pilihan kata yang sangat halus dan tidak secara langsung dapat diartikan (konotatif). Opini dapat pula dinyatakan melalui perilaku, bahasa tubuh, raut muka, simbol-simbol tertulis, pakaian yang dikenakan, dan oleh tanda-tanda lain yang tak terbilang jumlahnya, melalui referensi, nilai-nilai, pandangan, sikap, dan kesetiaan
Opini publik itu identik dengan pengertian kebebasan, keterbukaan dalam mengungkapkan ide-ide, pendapat, keinginan, keluhan, kritik yang membangun, dan kebebasan di dalam penulisan. Dengan kata lain, opini publik itu merupakan efek dari kebebasan dalam mengungkapkan ide-ide dan pendapat.
Public Relations sebagai sumber informasi harus mampu mengendalikan situasi dan memiliki agenda tersendiri untuk menggiring opini publik di masyarakat sesuai dengan yang diinginkan dengan bantuan media.Dapat dikatakan disinilah kemampuan taktis Public Relations untuk menciptakan opini publik. Tentunya dalam penggunaan media Publik Relations harus dapat memilih media-media mana yang mau bekerjasama dan sejalan dengan tujuan lembaganya.
Peran Public Relations menjadi negosiator juga dapat dilakukan ketika ingin mengaet lawannya yaitu media, praktisi Public Relations profesional tentunya seorang negosiator handal dimana ia dapat mempengaruhi, memenangkan dan memberikan keputusan bahwa informasi yang ia inginkan-lah yang harus ditampilkan di media.
Sebagai penutup, seorang paktisi Public Relations, jurnalistik dan media merupakan satu kesatuan tak terpisahkan sehinga baginya diperlukan komitmen untuk dapat menjalin bubungan baik.

Comments
Post a Comment